Friday, January 3, 2020

Siapa Yang Tinggal Di Langit

Ederson melangkahi sekolah, dia berjalan menunduk penuh rasa kecewa. Kakaknya, Bravo, bingung melihat Ederson seperti itu kemudian iya bertanya kepada Ederson, “ kenapa, Son?” Mendengar suara kakaknya, mata Ederson langsung memandang kakaknya. Dia pun berkata “Aku bosan, Kak....” Bravo semakin bingung.
“Bosan? Bosan kenapa? Apa kamu ngga suka lagi ergi ke sekolah? Atau, guru-guru di sekolah ngga ramah ya? Nanti bilang mama aja...” Bravo memberondong pertanyaan.
“Bukan kak Bravo...” Ederson menjawab sambil memandang kelereng yang ada di depannya. “Terus apa dong, Son?” Bravo semakin bingung mendengar jawaban Ederson”. “Aku bosan, kak... Bosan tinggal di bumi jawab Ederson sambil mengangkat wajahnya yang di hiasi dengan kekecewaan mendalam.
“Iiih... kamu stress ya? Kita kan engga bisa tinggal di laut tanpa oksigen?” Bravo memperlamban langkah mengimbangi langkah Ederson.”Bukan di laut ko, kak...” Ederson menatap langit sambil berfikir. “Terus dimana? Di dalam tanah? Di planet Mars? Atau di dasar laut? Kalau ngga apa kita tinggal di langit aja?” Bravo yang tidak mengerti maksud Ederson terus memberondong pertanyaan kepada adiknya tersebut.
“Iya, kak! Benar! Kita kan bisa tinggal di langit!” Wajah Edrson yang semula terlihat kecewa berubah menjadi ceria lebih dari biasa. “Hah?” Bravo hanya melongo. Dia masih sibuk memikirkan maksud Ederson yang memang susah untuk ditebak.”Iya, kak... Makasih ya, Kak, sudah ngasih ide secermelang itu buat aku.” 
“Kak, siapa aja sih yang tinggal di langit?” tanya Ederson menarik seluruh perhatian Bravo. “Emm, yang tinggal di langit? Kamu serius?” Bravo terdengar kaget lalu mencurahkan seluruh perhatiannya sambil menatap mata Ederson dalam-dalam, di mata Ederson, bravo menemukan keseriusan. “Ya iyalah, kak, aku serius. Buruan, kak, jawab siapa yang tinggal di langit?” balas Ederson ringan.
“Menurut kak Bravo sih, awan. Karena awan yang selalu ada di malam dan siang hari. Kedua, Bintang, karena di langit kita bisa melihat rasi bintang. Ketiga, Matahari dan Bulan, karena mereka yang menerangi malam dan siang kita. Terakhir, seluruh partikel-partikel yang ada di langit,” jawab Bravo panjang lebar. Ederson mendengarkan dengan seksama dan menghapal kata-kata Bravo, sang kakak yang sangat bijaksana di mata Ederson.
“Emangnya, kenapa sih kamu engga senang tingal di Bumi?” Bravo mulai mencoba mengorek ketertarikan adiknya terhadap langit. Ederson tersenyum kecut,”Sebenarnya aku lagi sebal... soalnya Bumi sekarang lagi kena global warming. Tapi teman-teman aku engga ada yang peduli. Orang malah berlomba-lomba pasang AC, karena setiap siang terasa semakin panas.”Jawab Ederson panjang lebar. Sekali lagi dia menunduk, rasa kecewa itu kembali terlihat.
“Yaampun, Ederson... kakak engga nyangka, kamu peduli banget sama alam. Padahal kamu keliatan cuek, hehe,” sahut Bravo sambil mengacak-ngacak rambut Ederson. Dalam hati, Bravo sangat bangga kepada Ederson.

No comments:

Post a Comment

TEORI KOMPUTASI DAN IMPLEMENTASI KOMPUTASI DALAM BIDANG FISIKA

A. Teori komputasi adalah cabang ilmu komputer dan matematika yang membahas apakah dan bagaimanakah suatu masalah dapat dipecahkan pada mode...