Friday, January 3, 2020

UNTAIAN TALI SURGA

 Aku hanya bisa bersamanya hanya delapan tahun. Bersama kenangan yang samar-samar aku ingat, Mama yang hanya menemani hidupku hingga kelas tiga SD. Menemani dengan semua penyakit mematikannya itu. Tapi Ibu mengajarkan kami semua sesuatu yang tidak pernah terbayarkan oleh apapun kecuali oleh cahaya surga.
          “Bu, ada tamu.” Kata kakak perempuanku. Ibu menghentikan mencuci piringnya. Aku yang sedang bermain seketika langsung berhenti, mengikuti langkah Ibu ke ruang tamu. Kakakku berusaha menarik tanganku agar aku tidak ikut, tapi aku menggit tangannya dan terbebas dari semua cengkramannya.
          Seorang Wanita memakai pakaian rapi datang kerumahku. Wajahnya tampak was-was saat melihat ibuku keluar dari rumah, tapi Ibu tersenyum dan mempersilahkannya masuk. Kakakku yang mengantarkan minuman sudah mengomel dengan isyarat menyuruhku untuk pergi tapi aku tetap duduk disamping Ibu. Dengan lembut Ibu mengajak orang tersebut mengobrol sampai seorang itu membuka inti dari kedatngannya kesini.
          “Begini bu… sebenarnya… sebenarnya… saya mau..” dia menatapku, menatap Ibu. Dengan sabar Ibu menunggu jawabannya
          “Saya mau… minjem uang bu” kata terakhir itulah yang membuatnya langsung tertunduk lemas. Senyum Ibu langsung hilang dan aku hanya terdiam.
          Gejolak ketakutan mulai terasa dari seorang itu. Ini bukan hal aneh. Pasti selalu ada saja yang meminjam uang kepada Ibu.
          “Mau minjam uang berapa Bu?” Seseorang itu menyebutkan nominalnya angkanya. Kakak perempuanku mengikuti Ibuku sambil menyiapkan kemarahannya. Tidak henti-hentinya Ibuku berbuat baik, kakakku marah, tetapi Ibu tidak memperdulikannya
          “Makasih ya Bu, tanpa Ibu, anak saya bisa dibawa kerumah sakit. Ibuku membalasnya dengan senyuman. Orang itu pergi dan meniggalkan kesunyian. Senyuman Ibu menghilang ketika melihat wajah marah dari kakakku.
          “Ibu kan tahu, orang itu enggak suka sama Ibu, dating kalo cuman ada maunya aja. Bentak kakak sembari menghapus air matanya.
          Tiba-tiba suasana menjadi sunyi dan Ibu tidak pernah mengatakan apa maksudnya selalu memberikan kebaikan kepada semua orang. Sampai akhirnya Ibu pergi dengan tenang karena penyakitnya, walau Ibu sudah tidak ada tapi kebaikannya selalu teruntai sampai kapanpun

No comments:

Post a Comment

TEORI KOMPUTASI DAN IMPLEMENTASI KOMPUTASI DALAM BIDANG FISIKA

A. Teori komputasi adalah cabang ilmu komputer dan matematika yang membahas apakah dan bagaimanakah suatu masalah dapat dipecahkan pada mode...