MASALAH
SOSIAL YANG ADA DI DALAM MASYARAKAT
NAMA
: NUR RIZKI ANANDA SURYANA
KELAS
: 1IA07
NPM:
54419888
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
2019
Puji syukur Saya panjatkan ke-hadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun tujuan penulisan makalah ini
adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Softskill.
Dengan membuat tugas ini Saya diharapkan
mampu untuk memahami makna dari apa itu Masalah Sosial. Dalam proses
penyelesaian makalah ini, Saya mengalami banyak kesulitan yang disebabkan oleh
kurangnya ilmu pengetahuan dan waktu. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari
berbagai pihak, akhirnya Saya bisa menyelesaikan makalah ini dengan cukup baik.
Karena itu Saya mengucapkan terima kasih kepada :
- Meti Nurhayati selaku dosen mata kuliah
Ilmu Sosial Dasar, yang telah memberikan arahan dan memotivasi kami untuk
menjadi mahasiswa yang aktif dan hebat.
- Orang Tua dan Keluarga Saya yang
memberikan motivasi dan bantuan, baik secara moral maupun materi.
Saya sadar, sebagai mahasiswa baru yang
masih harus banyak belajar, penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan. Oleh
karena itu, Saya mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun,
agar penulisan makalah di masa mendatang bisa lebih baik.
Saya berharap semoga makalah kami dapat
memberi informasi yang berguna bagi pembacanya, terutama mahasiswa, supaya
kelak menjadi pribadi yang berwawasan nusantara, karena kita adalah penerus
bangsa Indonesia.
Daftar Isi
Kemiskinan merupakan suatu masalah
yang terjadi di zaman sekarang saja tetapi terjadi dari zaman dahulu sampai
sekarang kemiskinan seolah-olah telah menjadi masalah lintas zaman. Sebagai
akibat dari kemiskinan ini yaitu terjadinya pertentangan antara kapitalisme dan
sosialisme dimana kapitalisme mengedepankan modal yang sebesar besarnya dan
keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa melihat status atau kondisi perekonomian
sedangkan sosialisme cenderung bergerak pada aspek social yang mengedepankan
kesejahteraan rakyat. Dari pernyataan diatas sudah terlihat sekali kenyataan
tersebut menjadi latar belakang mengapa kemiskinan menjadi masalah yang
mendapatkan perhatian besar di setiap Negara di dunia.Ada dua kondisi yang
menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yakni kemiskinan alamiah dan karena
buatan. Kemiskinan alamiah terjadi antara lain akibat sumber daya alam yang
terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan "buatan"
terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota
masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain
yang tersedia, hingga mereka tetap miskin. Indonesia merpakan negara yang kaya
akan sumber daya alam tatapi Indonesia tidak dikatakan sebagai negara yang
makmur,malah sebagai negara yang miskin. Salah satu yang menjadi sebab
kenyataan tersebut karena kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana cara
mengembangkan sumber daya alam yang tersedia dengan sebaik-baiknya.
Badan
Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 menyebutkan sebanyak 39,30 juta jiwa
(17,75 persen) penduduk Indonesia dikatakan penduduk miskin. Pada tahun 2007
sebanyak 105,3 juta jiwa (BPS: 37,17 juta jiwa atau 16,58 persen), dan
diperkirakan pada 2008 penduduk indonesia diperkirakan sekitar 49 persen
merupakan masyarakat miskin sehingga Indonesia termasuksalah satu negara miskin
di dunia terutama dilihat dari daya beli masyarakat Indonesia dinilai sangat
kurang sekali dan juga permasalaha gizi buruk yang semakin meningkat. Tingginya
angka kemiskinan dapat disimpulkan bahwa kemiskian merupakan persoalan kolektif
dan struktural akibat dari konstruksi ekonomi, sosial dan politik yang
berkembang di masyarakat. Sedangkan di dalam pemerintahan sendiri, dengan
adanya subsidi terhadap kenaikan barang yang berimbas pada masyarakat
menjadikan hilangnya subsidi untuk yang lainya yang disebabkan karena
keterbatasan dana yang tersedia akibat kepentingan-kepentingan individu yang
tidak mengedepankan aspek kesejahteraan dan keselamatan rakyat.
1. Apa
pengertian kemiskinan?
2. Apa
penyebab kemiskinan?
3.
Apa saja yang harus diprioritaskan dalam
mengurangi kemiskinan?
1. Mengetahui
pengertian kemiskinan
2. Mengetahui
penyebab kemiskinan
3.
Mengetahui hal yang harus di
prioritaskan dalam mengurangi kemiskinan
1. Dapat
mengetahui definisi kemiskinan
2. Dapat
mengetahui penyebab kemiskinan
Dapat
mengetahui upaya pemerintah dalam mengurangi kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan
dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan ,
pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat
disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses
terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.
Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara
yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi
memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan
dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
1. Gambaran
kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang,
perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai
situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
2. Gambaran
tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan,
dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini
termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya
dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan
moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
3. Gambaran
tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.
Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi
bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Penyebab kemiskinan sangat
kompleks, sehingga perspektif dalam melihat berdasarkan persoalan real dalam
masyarakat tersebut. Persoalan real dalam masyarakat biasanya karena adanya
kecacatan individual dalam bentuk kondisi dari kelemahan biologis, psikologis,
maupun kultural sehingga dapat menghalanginya untuk memperoleh peruntungan
untuk dapat memajukan hidupnya. Kelompok yang masuk dalam golongan yang tidak
beruntung, yaitu kemiskinan fisik yang lemah, kerentaan, keterisolasian dan
ketidakberdayaan.
Pada umumnya di Negara Indonesia penyebab-penyebab
kemiskinan adalah sebagai berikut:
1. Kurangnya
lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia, Seperti kita ketahui lapangan
pekerjaan yang terdapat di Indonesia tidak seimbang dengan jumlah penduduk yang
ada dimana lapangan pekerjaan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah
penduduknya. Dengan demikian banyak penduduk di Indonesia yang tidak memperoleh
penghasilan itu menyebabkan kemiskinan di Indonesia.
2. Tidak
meratanya pendapatan penduduk Indonesia Pendapatan penduduk yang didapatkan
dari hasil pekerjaan yang mereka lakukan relative tidak dapat memenuhi
kebutuhan sehari-hari sedangkan ada sebagian penduduk di Indonesia mempunyai
pendapatan yang berlebih. Ini yang diusebut tidak meratanya pendapatan penduduk
di Indonesia.
3. Tingakat
pendidikan masyarakat yang rendah Banyak masyarakat Indonesia yang tidak
memiliki pendidikan yang di butuhkan oleh perusahaan yang mempekerjakan tenaga
kerja. Dan pada umumya untuk memperoleh pendapatan yang tinggi diperlukan
tingkat pendidikan yang tinggi pula atau minimal mempunyai memiliki ketrampilan
yang memadai dehingga dapat memp[eroleh pendapatan yang dapat memenuhi
kebutuhan dehari-hari sehingga kemakmuran penduduk dapat terlaksana dengan baik
dan kemiskinan dpat di tanggulangi.
Merosotnya standar perkembangan pendapatan
per-kapita secara global. Yang penting digarisbawahi di sini adalah bahwa
standar pendapatan per-kapita bergerak seimbang dengan produktivitas yang ada
pada suatu sistem. Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan
per-kapita pun akan naik. Begitu pula sebaliknya, seandainya produktivitas
menyusut maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan.
Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi
kemerosotan standar perkembangan pendapatan per-kapita:
a) Naiknya standar perkembangan suatu daerah.
b) Politik ekonomi yang tidak sehat.
c) Faktor-faktor luar neger, diantaranya:
- Rusaknya syarat-syarat
perdagangan
- Beban hutang
- Kurangnya bantuan luar negeri,
dan
- Perang
·
Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.
Terlihat jelas faktor ini sangat urgen dalam
pengaruhnya terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, untuk menaikkan etos kerja
dan produktivitas masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus,
serta jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan dengan
maksimal
·
Biaya kehidupan yang tinggi.
Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah
adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji
masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita di atas.
Hal ini bisa disebabkan oleh karena kurangnya tenaga kerja ahli, lemahnya
peranan wanita di depan publik dan banyaknya pengangguran.
·
Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.
Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya
kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak
langsung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di sisi lain rakyat miskin
masih terbebani oleh pajak negara.
·
Kurangnya perhatian dari pemerintah
Masalah kemiskinan bisa dibilang menjadi maslah
Negara yang semakin berkembang setiap tahunnya dan pemerintah sampai sekarang
belum mampu mengatasi masalah tersebut. Kureangnya perhatian pemerintah akan
maslah ini mungkin menjadi salah satu penyebnya.
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
1. penyebab
individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari
perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin.
2. penyebab
keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga.
3. penyebab
sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan
sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar.
4. penyebab
agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk
perang, pemerintah, dan ekonomi.
5. penyebab
struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari
struktur sosial.
Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan
pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika
Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan
masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang
tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal
melewati atas garis kemiskinan.
Berikut
ini adalah program-pogram pemerintah dalam menanggulagi kemiskinan di
Indonesia.
1. Anggaran
untuk program-program yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan
penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dilaksanakan dengan pendekatan
pemberdayaan berbasis komunitas dan kegiatan padat karya.
2. Mendorong
APBD provinsi, kabupaten dan kota pada tahun-tahun selanjutnya untuk
meningkatkan anggaran bagi penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan
kerja
3.
Tetap mempertahankan program lama seperti:
a) BOS
(Bantuan Operasional Sekolah)
b) RASKIN
(Beras Miskin)
c) BLT
(Bantuan Langsung Tunai)
d) Asuransi
Miskin, dsb
4. Akselerasi
pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga khususnya harga beras (antara lain:
menjaga harga beras dipasaran tidak lebih dari Rp.5000,- per Kg)
5. Memberikan
kewenangan yang lebih luas kepada masyarakat dalam pengambilan keputusan
pembangunan.
6.
Sinergi masyarakat dengan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan.
7.
Mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal sesuai karakteristik
wilayah.
8. Menerapkan pendekatan budaya lokal dalam proses
pembangunan.
9. Prioritas kelompok masyarakat paling miskin dan
rentan pada desa-desa dan kampung-kampung paling miskin.
10. Kelompok masyarakat dapat menentukan sendiri
kegiatan pembangunan
yang dipilih tetapi
tidak tercantum dalam negative list.
11. Kompetitif: desa-desa dalam Kecamatan haus
berkompetisi untuk
memperbaiki kualitas
kegiatan dan cost effectiveness.
12. PPK, P2KP, PPIP, SPADA dan diperkuat
program-program kementrian
/lembaga.
13. Program Keluarga Harapan (PKH), berupa
bantuan khusus untuk
pendidikan dan
kesehatan.
14. Program pemerintah lain yang bertujuan
meningkatkan akses masyarakat
miskin kepada sumber
permodalan usaha mikro dan kecil, listrik pedesaan,
sertifikasi tanah,
kredit mikro.
15. Program Pengembangan Bahan Bakar Nabati
(EBN). Program ini
dimaksudkan untuk
mendorong kemandirian penyediaan energi terbaukan
dengan menumbuhkan
“Desa Mandiri Energi”.
16. Penegakan hukum dan HAM, pemberantasan
korupsi dan reformasi
birokrasi.
17. Percepatan pembangunan infrastruktur.
18. Pembangunan daerah perbatasan dan wilayah
terisolir.
19. Revitalisai pertanian, perikanan,
kehutanan, dan perdesaan.
20. Peningkatan kemampuan pertahanan, pemantapan
keamanan dan ketertiban, serta
penyelesaian konflik.
21. Peningkatan aksesbilitas dan kualitas
pendidikan dan kesehatan.
22. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Mandiri (PNPM-Mandiri).
Berdasarkan latar belakang,
perumusan masalah yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan sebagai
berikut:
Masalah dasar pengentasan
kemiskinan bermula dari sikap pemaknaan kita terhadap kemiskinan. Kemiskinan
adalah suatu hal yang alami dalam kehidupan. Dalam artian bahwa semakin
meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan pun akan
semakin banyak. Pengentasan masalah kemiskinan ini bukan hanya kewajiban dari
pemerintah, melainkan masyarakat pun harus menyadari bahwa penyakit sosial ini
adalah tugas dan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Ketika
terjalin kerja sama yang romantis baik dari pemerintah, nonpemerintah dan semua
lini masyarakat. Dengan digalakkannya hal ini, tidak perlu sampai 2030
kemiskinan akan mencapai hasil yang seminimal mungkin.
Dalam menghadapi kemiskinan di
zaman global diperlukan usaha-usahan yang lebih kreatif, inovatif, dan
eksploratif. Selain itu, globalisasi membuka peluang untuk meningkatkan
partisipasi masyarakat Indonesia yang unggul untuk lebih eksploratif. Di dalam
menghadapi zaman globalisasi ke depan mau tidak mau dengan meningkatkan
kualitas SDM dalam pengetahuan, wawasan, skill, mentalitas, dan molaritas yang
standarnya adalah standar global.
1. Suharto,
Eko Ph.D.( 2009), “ Kemiskinan & Perlindungan Sosial di Indonesia,
Menggagas Model Jaminan Sosial Universal Bidang Kesehatan”,: Bandung
2. Edi
Suharto. Phd. Konsep Kemiskinan dan Strategi Penanggulangannya.
3. Sukirno
Sadono, Ekonomi Pembangunan, Depok, Lembaga penerbit fakultas ekonomi universitas
Indonesia, 1978 BPS Provinsi DKI Jakarta 2009.